Siapa sih yang nggak pengen punya gigi yang rapi? Pasti semua orang menginginkan gigi yang rapi dan tidak tonggos. Perawatan gigi dengan kawat atau behel gigi adalah solusi paling sering dilakukan. Tapi tahukah kamu bahwa tidak semua kondisi gigi bisa dipasang behel.
Oleh karena itu sebelum kamu melangkah untuk tahap pemasangan behel, maka sebaiknya Anda menilik terlebih dahulu kondisi gigi Anda apakah layak dipasang behel atau belum? Mengetahui kondisi gigi tersebut bukan berarti ingin mematahkan semangat Anda, tetapi disini menegaskan bahwa dasar yang sehat adalah kunci perawatan gigi dengan hasil yang terbaik.
Kondisi Gigi Yang Tidak Bisa Dibehel
Behel berfungsi sebagai alat merapikan gigi dengan tekanan yang lembut dan konsisten supaya posisi gigi ideal. Untuk itu, pondasi dari gigi juga harus kuat supaya tidak menimbulkan sesuatu yang akan mendatangkan masalah atau memperburuk kondisi.
Berikut adalah beberapa kondisi "tanda" yang biasanya membuat dokter gigi spesialis ortodonti di Opal Dental menunda (atau membatalkan) pemasangan behel, hingga masalah utama teratasi:
1. Kondisi Gusi Sakit Parah
Bayangkan gigi Anda adalah tiang rumah. Gusi dan tulang rahang adalah pondasinya. Jika Anda menderita periodontitis (infeksi gusi tingkat lanjut), fondasi ini rusak dan melemah.
- Mengapa dilarang? Tekanan behel pada gigi dengan tulang penyangga yang sudah keropos akibat penyakit gusi, dapat menyebabkan gigi menjadi sangat goyah, bahkan berisiko tanggal.
- Solusi: Perawatan periodontal intensif harus dilakukan terlebih dahulu hingga gusi benar-benar sehat dan stabil.
2. Gigi Keropos (Karies)
Gigi yang berlubang (karies) atau terinfeksi (misalnya abses) adalah masalah kesehatan akut yang harus diatasi segera.
- Mengapa dilarang? Behel, dengan segala perangkat kawat dan bracket-nya, bisa menjadi sarang baru bagi bakteri jika ada lubang yang belum ditambal. Selain itu, menambal atau melakukan perawatan saluran akar pada gigi yang sudah terpasang behel jauh lebih sulit dan berisiko.
- Solusi: Semua lubang harus ditambal dan infeksi dihilangkan sepenuhnya sebelum behel dipasang.
3. Tulang & Jantung Tidak Sehat
Kasus ini memang jarang, tetapi sangat penting. Kondisi kesehatan umum tertentu, terutama yang mempengaruhi tulang atau respon tubuh terhadap peradangan, dapat menjadi pertimbangan serius.
- Contoh: Penderita diabetes yang tidak terkontrol, atau pasien yang mengkonsumsi obat-obatan tertentu yang mempengaruhi metabolisme tulang.
- Mengapa dilarang? Pergerakan gigi bergantung pada proses pembentukan dan penyerapan tulang rahang. Kondisi medis tertentu dapat mengganggu proses alami ini, membuat pergerakan gigi menjadi tidak efektif atau bahkan merusak akar.
4. Akar Gigi Tidak Normal
Akar gigi adalah jangkar alami. Kadang, ada kondisi bawaan di mana akar gigi pendek, bengkok, atau pernah mengalami trauma (resorpsi).
- Mengapa dilarang? Pemberian tekanan oleh behel pada akar yang sudah pendek atau lemah sangat berisiko menyebabkan resorpsi akar semakin parah. Dalam skenario terburuk, gigi bisa menjadi tidak stabil.
- Solusi: Dokter ortodonti akan melakukan rontgen Panoramic dan Cephalometri untuk menilai kondisi akar secara detail. Perawatan mungkin bisa dilakukan, tetapi dengan teknik dan tekanan yang sangat hati-hati.
5. Gigi Ompong Di Bagian Depan
Meskipun behel bisa merapatkan celah, kehilangan gigi di area tertentu (terutama gigi depan) terkadang membuat behel bukan lagi solusi terbaik.
- Mengapa dilarang? Behel bertujuan menggeser gigi. Jika sudah ada gigi yang hilang dan Anda ingin menggantinya, opsi seperti implan gigi atau bridge mungkin lebih direkomendasikan untuk mengembalikan fungsi dan estetika secara cepat dan permanen.
Solusi Dari Klinik Opal Dental
Diatas Opal sudah menjelaskan kondisi gigi yang tidak bisa dibehel, apakah gigi Anda mengalami salah satu kondisi tersebut?
Ingat! Anda tidak diperbolehkan berasumsi atau mendiagnosis sendiri. Mungkin Anda melihat ada lubang kecil, tetapi setelah diperiksa oleh dokter gigi di Opal Dental, masalahnya bisa jadi lebih sederhana atau justru lebih kompleks dari yang terlihat.
Jika Anda serius ingin merapikan gigi, langkah pertama yang wajib Anda ambil adalah konsultasi dengan Dokter Gigi Spesialis Ortodonti (Sp.Ort) di Opal Dental.
- Pemeriksaan Total: Dokter akan memeriksa kondisi gigi, gusi, hingga kebersihan mulut Anda secara keseluruhan.
- Foto Rontgen (X-Ray): Ini adalah bagian terpenting! Melalui foto rontgen, dokter dapat melihat apa yang tidak terlihat di mata telanjang: struktur tulang rahang, kondisi akar gigi, keberadaan gigi bungsu, hingga tingkat keparahan infeksi.
- Rencana Perawatan Komprehensif: Jika ditemukan adanya "lampu merah" (gigi berlubang, gusi bermasalah, dsb.), dokter akan membuat rencana perawatan yang mendahulukan penyelesaian masalah tersebut (misalnya, penambalan, scaling, atau pencabutan gigi bungsu) sebelum behel dipasang.
Untuk mendapatkan senyum yang sempurna dengan kondisi gigi yang ideal, maka perlu sebuah proses, kesabaran dan memprioritaskan kesehatan gigi Anda. Tentu saja nanti hasilnya akan lebih optimal dan sempurna di masa depan.
Kesimpulan
Jadwalkan konsultasi dengan Dokter Gigi Spesialis Ortodonti kami di Opal Dental Indonesia untuk mendapatkan evaluasi menyeluruh mengenai kelayakan gigi Anda. Kami siap memandu Anda dari langkah awal hingga akhir!